Ketebalan baja ringan untuk kanopi menentukan kekuatan rangka menopang atap. Di Indonesia, standar mengacu pada BMT dan sertifikasi SNI. Artikel ini menjelaskan ketebalan yang tepat untuk berbagai kebutuhan kanopi di Bandung.
BMT (Base Metal Thickness) adalah ketebalan dasar baja tanpa lapisan pelindung. Jangan hanya mengandalkan ketebalan total yang bisa mengecoh. Baja ringan SNI menjamin mutu lapisan dan dimensi profil sesuai standar nasional.
Baja ringan umum memakai profil C75 untuk kanopi rumah dan C100 untuk bentang besar atau beban atap bertingkat.
0,75 mm cukup untuk kanopi teras dan carport kecil. 0,85 mm standar untuk rumah tinggal dan kanopi 1-2 lantai. 1,0 mm diperlukan untuk carport tanpa tiang, bentang di atas 5 meter, atau area yang rawan angin kencang seperti Lembang dan Ciwidey.
Atap material berat seperti alderon atau kaca memerlukan rangka lebih besar dibanding atap spandek yang ringan.
Minta keterangan BMT pada penawaran dan baca stempel di badan profil. Penyedia jujur tidak keberatan menunjukkan contoh material sebelum pemasangan.
Standar 0,75-0,85 mm BMT untuk kanopi rumah. Gunakan 1,0 mm untuk bentang lebar atau beban atap berat.
BMT adalah ketebalan dasar material tanpa lapisan. Angka ini lebih penting daripada ketebalan total karena menentukan kekuatan profil.
Ya, material tanpa SNI bisa lebih tipis dari klaim dan mudah melengkung, membahayakan keselamatan jangka panjang. Selalu minta material SNI.